Selasa, 06 Desember 2011

Hujan Bulan Juni

Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Rabu, 16 November 2011

" Masihkah ada gunanaya jika kita berusaha untuk menyala ditempat yang sudah terang?"

Senin, 14 November 2011

Come Back To You Blog!

“Yang rumit tidak usah dipikir sulit”

Sedikit saja menyapa semua yang masih suka iseng buka blog ini..
Niat memang hanya akan berhenti sampai niat jika tidak segera ditindak lanjuti dengan perbuatan. Itulah yang kerap terjadi pada saya. Hal kecil yang terjadi adalah betapa malasnya saya meluangkan waktu untuk sekedar meng-update blog saya yang rasanya sudah seperti rumah kosong tanpa penghuni karena memang jarang diisi. Padahal dipostingan sebelumnya sudah ada janji bahwa akan mengisi blog minimal 1 tulisan dalam seminggu namun “proker” ini tidak berjalan baik semata – mata karena malasnya saya menjabarkan ide – ide yang muncul setiap harinya di benak saya.

Menulis mungkin belum menjadi budaya yang mendarah daging bagi saya. Namun akan saya coba supaya hal - hal yang dapat meningkatkan intelektualitas menjadi teman yang menyenangkan bagi saya. Tak jarang hala - hal yang sebenarnya bermanfaat terlihat begitu tidak menariknya (atau memang saya yang bermasalah dengan urusan minat) sehingga malas sekali rasanya untuk sekedar mendekatinya. Sudah malam ternyata. Saya sudahi dulu sampai sekian..

kamar, 14/11/11
11.40 p.m


Selasa, 13 September 2011

I'm baaaaackkk!!!!

Halo blog selamat malam buat yg baca tulisan ini di malam hari, selamat galau buat yang lagi galau pas baca blog ini, dan tentu saja selamat membaca..
Sudah sekian lama nggak nulis di blog. Jadi berasa blognya kaya'rumah tanpa penghuni. Sudah sejak tiga atau empat hari yang lalu sih ada niatan untuk membuat komitmen untuk menghasilkan satu judul tulisan per minggu (minimal tentu saja). Tapi baru hari ini kegiatan tulis menulis ini direalisasikan. Komitmenpun segera diukir dalam hati. Semoga dapat ditepati. Amin.
Pernah saya membaca sebuah buku tentang penulisan yang menyatakan bahwa setiap hari otak manusia itu memiliki banyak ide (lupa angka pastinya) namun yang dimanfaatkan hanya sekitar 1%nya saja. Lambat laun saya sadar juga mungkin apa yang dikatakan oleh buku tersebut ada benarya. (pada kenyataannya memang benar kok). Hal ini terjadi pada diri saya sendiri. Sebenarnya hampir setiap hari saya punya lebih dari satu ide untuk dijadikan bahan tulisan. Namun, beberapa faktor penghambat menyebabkan saya tidak menuangkan ide - ide tersebut. Satu, malasnya saya dalam mengetikkan rangkaian kata tersebut pada netbook saya. Entah kenapa terkadang perasaan malas menghadapi layar netbook sering menghampiri. Kedua, terkadang ide ide tersebut muncul dalam kondisi tidak memungkinkan untuk ditulis karena ide datang ketika dalam perjalanan pulang dari kampus ke rumah, ketika berbelanja, bahkan ketika mandi. Penulis buku yang saya baca tadi juga memberikan saran agar selalu menenteng buku kecil dan bolpoin kemana - mana. Bagi saya, hal itu sulit dilakukan karena rok yang biasa saya pake pada nggak punya kantong semua..-__-". Jadi begitulah satu ide yang telah datang berhari - hari lalu dan baru sempat saya kembangkan sedikit saat ini..
I'll be back sooner!

Kamis, 23 Juni 2011

Boys versus Girls

Libuur libuurr bentar lagi libuuuuuurr semesteeer!! Terus mau ngapain kalo libur? Mau jalan – jalan, mau backpacker an mau ini mau itu minta ini minta itu dah deh rasanya mau gulung – gulung di jalanan ga pengen ada di rumah, pokoknya jalaaaaann.. Selintas itu memang hal – hal yang terbersit dalam pikiranku. Huft.. namun kemudian otakku berpikir lagi. Mau pake duit siape? Duit proyek kaga turun – turun. Kemungkinan besar juga bakal dipotong tu duit karena telat deadline. Aaaaaaaaaaaa tidaaaaaaaaaaakkk.. oke. Alternatif yang dipunya buat jalan – jalan murah alias nggembel adalah backpackeran. Beberapa teman sudah membicarakan rencana mereka masing – masing. Bahkan dari mereka ada yang menawariku buat ikutan. Ehem..siapa yang ga ngiler diajakin jalan – jalan. Kalo aku sih ngiler abissss. Masalahnya sekarang adalah kemungkinan besar aku ga bakal dikasi ijin buat ikutan sama ibundoku..huhuhu. Alasan klasik adalah kamu itu kan cewek. Nanti kalau ada apa – apa di jalan gimana?? Kalau ini itu anu inu gimana? Dan berjejer – jejer alasan lain yang siap dijadikan argumen beliau. Cukup masuk akal juga sebenarnya. Ini jugalah yang kemudian membuahkan beberapa gagasan tentang apa yang bisa dilakukan agar aku dapet ijin jalan – jalan backpackeran. Berikut ini tips dan triknya jalan ala backpacker:
a.       Cari suami yang suka jalan – jalan ala backpacker jadi ada yang jagain.
( Walah inimah konyol namanya. Pengen nikah cuman gara – gara pengen ngajakin backpackeran? Lu kate nikah tu mudah apaa? Baru juga semester dua. Udah mikir nikah aja. Lagian siapa calon lu? Uda ada? Beluuum) oke segera hilangkan list ini dari daftar rencana.
b.      Belajar karate jadi kalo ada yang macem – macem biar langsung bisa disikat – sikat. Uhuy! Cukup masuk akal. Tapi mari kita coba menilik pada diri sendiri. Badan lu sekuat apa? Pernah olah raga? “jaraang”. Kuat lu latihan tendang – tendangan pukul – pukulan gitu? Tahan apa digituin badan lu? Kagaaa mauuu... kelamaan juga kalo harus nunggu sampe pinter karate dulu baru jalan – jalan. Sepertinya cara ini juga mustahil dilakukan.
c.       Sewa aja bodyguard! E...e..e.. emang dipikir murah apa sewa bodyguard? Itu bakal lebih mahal dari ongkos jalan – jalannya. Namanya juga nggembel. Ga bakal lah keluar duit banyak.
d.      Mohon – mohon sambil guling – guling nangis – nangis di depan ibu mu sambil ngeyakinin beliau kalo kamu jalan sama temen – temenmu yang sebagian besar cewek dan ada beberapa yang coeok dan mereka adalah orang baik – baik yang nggak neko – neko. Hmm.... mungin bisa dicoba.

Okelah sekian saja postingan kali ini.. jangan emosi yaa bagi yang baca. Makannya jangan serius – serius bacanya..:D 

Rabu, 22 Juni 2011

posting posting..:D

Seseorang sebut saja F.W meminta saya untuk mengisi blog ini, mengingat saya sedang libur satu minggu karena UAS terakhir saya jatuh pada hari Sabtu. Haduh masih terbawa suasana nulis makalah – makalah yang dikebut semalam bahasanya. Hahaha.. okey telah diputuskan untuk menggunakan bahasa yang sedikit lebih informal saja.
Sehari kemaren jika saya tidak salah ingat, saya baru saja menyelesaikan membaca buku yang berjudul “Toto Chan” dan tentu saja itu adalah buku pinjaman dari teman. Lalu apa hubungannya dengan postingan ini? Saya tidak akan membuat resume dari buku ini tentu saja. Salah satu bagian dari buku ini bercerita tentang seorang anak yang tidak bisa bercerita pada teman – temannya (ketika makan siang tradisi dari sekolah yang di ceritakan di buku itu adalah kepala sekolah meminta salah satu anak muridnya maju dan bercerita di depan anak – anak lain yang sedang makan)  karena menurutnya ia tidak punya bahan yang dapat diceritakan. Namun sang kepala sekolah terus mendorongnya untuk bercerita dengan memberikan pancingan pertanyaan tentang apa yang terjadi padanya pagi tadi. Bagi kepala sekolah sendiri itu sudah dianggapnya suatu cerita.  Jadi pada intinya adalah saya ingin membagikan cerita atau sekedar pemikiran – pemikiran aneh yang berputar – putar dalam otak saya.
Sebaiknya saya memulai menggunakan kata ganti aku saja.
Walaupun tetap terasa aneh karena membiarkan buku catatan harianmu dibaca orang tapi biarlah aku akan mencoba menuliskannya. Lagi pula alamat blog ini juga tidak banyak orang yang tahu dan aku yakin sebagian dari mereka sudah lupa dengan nama blog ini.
Seminggu terakhir kehidupanku sedikit kacau karena beberapa hal. Hal yang pertama adalah ujian akhir semester dilaksanakan, kedua adalah tugas akir yang tak kunjung dibuat apalagi diselesaikan. Alhasil prosesi mengerjakan tugas akhir sama dramatic nya dengan pembuatan candi roro jonggrang. Hah mengetik tulisan di tuts netbook mulai membosankan. Mungkin teknologi speech recognation harus segera dikembangkan dan dimurahkan. Atau memang karena meja belajarku yang tidak ergonomis jika di letakkan netbook di atasnya? Mengingat pundakku harus terpaksa di angkat beberapa cm agar bisa mengetik dengan baik. (pembaca yang budiman harusnya bisa membayangkan). Okey back o topic. Tugas akhir sebenarnya sudah diberikan sejak awal pertemuan kelas dimulai. Namuuuun, raga tak jua menunjukkan usahanya untuk memulai mengerjakan semua tugas yang ada. Brrrr..salah siapa ini? Okey ini salahku. Menunda adalah membunuh dirimu secara perlahan - lahan hingga kau sadar ternyta hari esok adalah dead line! Pada masa itu kau baru sadar ternyata kau sedang melakukan bunuh diri secara tidak sadar. 
Oke semoga cepat insyaf dari sifat menunda ini. 
Baik ke cerita selanjutnya. Cerita ini tentang riset yang dijalankan beberapa bulan terakhir ini akhirnya selesaiiiii!! Walaupun pada akhirnya tidak tepat waktu alias telat alias molorrr. Oh please don't give us any punishment. What a daydream! Oke it's nice to be a sincere person i bet. 
What a day I'm sleepy and it is 10.p.m. hoam.. I'll write my next story in the other time. night all

Senin, 09 Mei 2011

say no to galau!

Berhenti menggalau dan lanjutkan hidup. Galau tentang banyak hal hanya membuatmu lelah. Bukan berarti juga hidupku berhenti beberapa hari kebelakang ini. Hanya bisa dibilang tidak normal, itu saja. Dan sekarang telah saya dapatkan lagi kenormalan itu, meski tidak juga 100% normal. Bingung? Tidak usah bingung. Tatap saja mata saya dan semua akan terbaca. :)