Seseorang sebut saja F.W meminta saya untuk mengisi blog ini, mengingat saya sedang libur satu minggu karena UAS terakhir saya jatuh pada hari Sabtu. Haduh masih terbawa suasana nulis makalah – makalah yang dikebut semalam bahasanya. Hahaha.. okey telah diputuskan untuk menggunakan bahasa yang sedikit lebih informal saja.
Sehari kemaren jika saya tidak salah ingat, saya baru saja menyelesaikan membaca buku yang berjudul “Toto Chan” dan tentu saja itu adalah buku pinjaman dari teman. Lalu apa hubungannya dengan postingan ini? Saya tidak akan membuat resume dari buku ini tentu saja. Salah satu bagian dari buku ini bercerita tentang seorang anak yang tidak bisa bercerita pada teman – temannya (ketika makan siang tradisi dari sekolah yang di ceritakan di buku itu adalah kepala sekolah meminta salah satu anak muridnya maju dan bercerita di depan anak – anak lain yang sedang makan) karena menurutnya ia tidak punya bahan yang dapat diceritakan. Namun sang kepala sekolah terus mendorongnya untuk bercerita dengan memberikan pancingan pertanyaan tentang apa yang terjadi padanya pagi tadi. Bagi kepala sekolah sendiri itu sudah dianggapnya suatu cerita. Jadi pada intinya adalah saya ingin membagikan cerita atau sekedar pemikiran – pemikiran aneh yang berputar – putar dalam otak saya.
Sebaiknya saya memulai menggunakan kata ganti aku saja.
Walaupun tetap terasa aneh karena membiarkan buku catatan harianmu dibaca orang tapi biarlah aku akan mencoba menuliskannya. Lagi pula alamat blog ini juga tidak banyak orang yang tahu dan aku yakin sebagian dari mereka sudah lupa dengan nama blog ini.
Seminggu terakhir kehidupanku sedikit kacau karena beberapa hal. Hal yang pertama adalah ujian akhir semester dilaksanakan, kedua adalah tugas akir yang tak kunjung dibuat apalagi diselesaikan. Alhasil prosesi mengerjakan tugas akhir sama dramatic nya dengan pembuatan candi roro jonggrang. Hah mengetik tulisan di tuts netbook mulai membosankan. Mungkin teknologi speech recognation harus segera dikembangkan dan dimurahkan. Atau memang karena meja belajarku yang tidak ergonomis jika di letakkan netbook di atasnya? Mengingat pundakku harus terpaksa di angkat beberapa cm agar bisa mengetik dengan baik. (pembaca yang budiman harusnya bisa membayangkan). Okey back o topic. Tugas akhir sebenarnya sudah diberikan sejak awal pertemuan kelas dimulai. Namuuuun, raga tak jua menunjukkan usahanya untuk memulai mengerjakan semua tugas yang ada. Brrrr..salah siapa ini? Okey ini salahku. Menunda adalah membunuh dirimu secara perlahan - lahan hingga kau sadar ternyta hari esok adalah dead line! Pada masa itu kau baru sadar ternyata kau sedang melakukan bunuh diri secara tidak sadar.
Oke semoga cepat insyaf dari sifat menunda ini.
Baik ke cerita selanjutnya. Cerita ini tentang riset yang dijalankan beberapa bulan terakhir ini akhirnya selesaiiiii!! Walaupun pada akhirnya tidak tepat waktu alias telat alias molorrr. Oh please don't give us any punishment. What a daydream! Oke it's nice to be a sincere person i bet.
What a day I'm sleepy and it is 10.p.m. hoam.. I'll write my next story in the other time. night all